Beranda > Ilmu Pengetahuan > [Bahasa Indonesia] Awalan, Akhiran dan Sisipan!!

[Bahasa Indonesia] Awalan, Akhiran dan Sisipan!!


Pengertian Imbuhan (Afiks)

Imbuhan (afiks) adalah suatu bentuk linguistik yang di dalam suatu kata merupakan unsur langsung, yang bukan kata dan bukan pokok kata. Melainkan mengubah leksem menjadi kata kompleks, artinya mengubah leksem itu menjadi kata yang mempunyai arti lebih lengkap, seperti mempunyai subjek, predikat dan objek. Sedangkan prosesnya sendiri di sebut afiksasi (affixation).

Imbuhan (afiks) adalah bentuk (morfem) terikat yang dipakai untuk menurunkan kata. Imbuhan (afiks) dibahas dalam bidang ilmu Morfologi. Sedangkan definisi Morfologi adalah bagian dari ilmu bahasa yang membicarakan atau mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta pengaruh perubahan bentuk kata terhadap golongan dan arti kata. Dalam definisi lain di katakan bahwa Morfologi merupakan salah satu cabang ilmu bahasa yang mempelajari seluk-beluk bentuk kata serta fungsiperubahan-perubahan bentuk kata itu, baik fungsi gramatik maupun fungsi semantik. Contoh: kata Sepeda Motor terdiri dari dua morfem, yaitu morfem Sepeda dan morfem Motor, yang masing-masing merupakan kata.

Kata yang dibentuk dari kata lain pada umumnya mengalami tambahan bentuk pada kata dasarnya. Kata seperti bertiga, ancaman, gerigi, dan berdatangan terdiri atas tiga kata dasar, yaitu tiga, ancam, gigi dan datang yang masing-masing dilengkapi dengan bentuk yang berwujud ber-, -an, -er-, dan ber-an.

Perubahan-perubahan bentuk kata menyebabkan adanya perubahan golongan dan arti kata. Golongan kata Sepeda tidak sama dengan golongan kata bersepeda. Golongan Sepeda merupakan golongan kata nominal, sedangkan kata bersepeda termasuk golongan kata verbal. Kata rumah dan kata jalan termasuk golongan kata nominal, sedangkan kata berumah dan kata berjalan termasuk golongan kata verbal.

Dibidang arti, kata Sepeda, bersepeda, Sepeda-sepeda, dan Sepeda Motor, semuanya mempunyai arti yang berbeda-beda. Demikian pula kata Rumah, berumah, perumahan, rumah-rumahan, rumah-rumah, rumah sakit dan kata-kata jalan, berjalan, berjalan-jalan, perjalanan, menjalani, menjalankan dan jalan raya.

Perbedaan golongan dan arti kata-kata tersebut tidak lain disebabkan oleh perubahan bentuk kata. Karena itu, maka morfologi disamping bidangnya yang utama menyelidiki seluk-beluk kata, juga menyelidiki kemungkinan adanya perubahan golongan dan arti kata yang timbul sebagai akibat perubahan bentuk kata.

Tiga macam proses morfologis, yaitu pertama, bergabungnya morfem bebas dengan morfem terikat disebut afiksasi. Kedua, Pengulangan morfem bebas disebut reduplikasi, dan ketiga, bergabungnya morfem bebas dengan morfem bebas disebut pemajemukan. Pada proses yang pertama menghasilkan kata berimbuhan, yang kedua menghasilkan kata ulang, dan yang ketiga menghasilkan kata majemuk.

Pada umumnya imbuhan (afiks) hanya dikenal ada empat, yaitu awalan (prefiks), sisipan (infiks), akhiran (sufiks), awalan dan akhiran (konfiks). Dalam sumber lain disebutkan bahwa imbuhan (afiks) itu ada sembilan, yaitu prefiks, infiks, sufiks, simulfiks, konfiks, superfiks, interfiks, transfiks, dan kombinasi afiks.

 Syarat-Syarat Kata Untuk Dapat Menjadi Afiksasi

Kata afiks itu harus dapat ditempatkan pada bentuk-bentuk lain untuk membentuk kata atau pokok kata baru. Contoh: kata minuman, kata ini terdiri dari dua unsur langsung, yaitu kata minum yang di sebut bentuk bebas dan –an yang di sebut bentuk terikat. Makna ini di sebut makna afiks. Contoh kata yang lain seperti: kata timbangan, pikiran, satuan, gambaran, buatan, bungkusan.

Kata afiks itu merupakan bentuk terikat, tidak dapat berdiri sendiri dan secara gramatis (tertulis) selalu melekat pada bentuk lain. Contoh: kedua, kehendak, kekasih, ketua, artinya antara imbuhan ke- dan kata dua tidak dapat di pisahkan, karena apabila dipisahkan akan mempunyai arti yang berbeda. Demikian juga dengan kata kehendak, kekasih dan ketua. Berbeda halnya dengan bentuk di seperti pada kata di rumah, di pekarangan, di ruang, tidak dapat di golongkan afiks, karena sebenarnya bentuk itu secara gramatis mempinyai sifat bebas. Demikian halnya dengan bentuk ke seperti pada kata ke rumah, ke toko, ke kota , ini tidak dapat di golongkan afiks. Jadi, dalam afiks hanya dapat di bentuk apabila imbuhan itu dalam bentuk terikat.

Afiks tidak memiliki arti leksis, artinya tidak mempunyai pertalian arti karena kata itu berupa imbuhan. Sedangkan imbuhan itu dapat mempengaruhi arti kata itu sendiri. Contoh: bentuk –nya yang sudah tidak mempunyai pertalian arti dengan ia. Misalnya: rupanya, agaknya, termasuk golongan afiks, karena hubungannya dengan arti leksisnya sudah terputus.

Imbuhan itu dapat mengubah makna, jenis dan fungsi sebuah kata dasar atau bentuk dasar menjadi kata lain, yang fungsinya berbeda dengan kata dasar atau bentuk dasar.

Contoh: afiks baru: pembaruan → peng- an. Pada contoh ini terjadi perubahan bentuk imbuhan dari pem- an menjadi peng- an, hal ini terjadi karena pengaruh asimilasi bunyi. Kata belakang → keterbelakangan → terbelakang. Pada kata ini terjadi perubahan bentukke-an.

 Macam-Macam Imbuhan (Afiks)

a.      Awalan (prefiks/ prefix) 

Awalan (prefiks / prefix) adalah imbuhan yang terletak di awal kata. Proses awalan (prefiks) ini di sebut prefiksasi (prefixation). Berdasarkan dan pertumbuhan bahasa yang terjadi, maka awalan dalam bahasa indonesia dibagi menjadi dua macam, yaitu imbuhan asli dan imbuhan serapan, baik dari bahasa daerah maupun dari bahasa asing.  Awalan terdiri dari me, di, ke, ter, pe, per, se, ber, dan dijelaskan dalam contoh.

Awalan me- pada sebuah kata dasar berfungsi untuk membentuk kata kerja aktif. Awalan pe- pada suatu kata dasar dapat berfungsi menjadi kata benda. Perubahan awalan me- menjadi meng-, pe- menjadi peng- terjadi jika kata dasar yang mengawali memiliki bunyi: /a/, /e/, /g/, /h/,/i/, /u/, /o/, /k/

  • Contoh: ambil – mengambil, hancur – penghancur

Perubahan awalan me- menjadi men-, pe- menjadi pen- terjadi jika kata dasar yang mengawali memiliki bunyi: /c/, /d/, /j/

  • Contoh: coba – mencoba, dorong – pendorong

Perubahan awalan me- menjadi mem-, pe- menjadi pem- terjadi jika kata dasar yang mengawali memiliki bunyi: /b/, /f/, /v/

  • Contoh: beli – membeli, pembeli

Perubahan awalan me menjadi meny-, pe- menjadi peny- terjadi jika kata dasar yang mengawali memiliki bunyi: /s/

  • Contoh: siksa – menyiksa, penyiksa

Kata dasar yang memiliki bunyi /p/, /t/, /k/ diubah menjadi /m/ dan /n/

  • Contoh: pakai – memakai, pemakai

Kata dasar yang tidak mengalami perubahan bunyi awalan adalah: /l/, /m/, /n/, /r/.

  • Contoh: lamar – melamar, pelamar

Awalan ber- dan per- berfungsi membentuk kata kerja aktif.

Untuk kata dasar yang diawali dengan r, maka awalan ber- menjadi be-, per- menjadi pe-.

  • Contoh: Renang – berenang, perenang

Awalan di- dan ter- berfungsi membentuk kata kerja dan membawa arti yang pasif. Penempatan obyek di depan sebagai subyek dalam kalimat dan pemindahan pelaku menjadi obyek dalam kalimat dapat diterapkan untuk kedua awalan ini.

  • Contoh: Kotoran itu diinjak oleh temanku. (membawa arti pasif)

Kotoran itu terinjak oleh temanku. (membawa arti pasif)

Awalan se- berfungsi untuk membentuk kata benda.

  • Contoh: Ikat – seikat, Indah – seindah

Awalan ke- berfungsi membentuk kata kerja intransitif ( tidak membutuhkan obyek).

  • Contoh: Luar – keluar (Ia sedang keluar .)

Dalam – kedalam (Mereka sedang kedalam.)

Awalan-awalan (imbuhan dari bahasa asing) pada kata-kata serapan yang disadari adanya, juga oleh penutur yang bukan dwibahasawan, adalah sebagai berikut:

  1. a- seperti pada amoral, asosial, anonym, asimetris. Awalan ini mengandung arti ‘tidak’ atau ‘tidak ber’.
  2. anti- seperti pada antikomunis, antipemerintah, antiklimaks, antimagnet, antikarat yang artinya ‘melawan’ atau ‘bertentangan dengan’.
  3. bi- misalnya padab ilateral, biseksual, bilingual, bikonveks. Awalan ini artinya ‘dua’.
  4. de- seperti pada dehidrasi, devaluasi, dehumanisasi, deregulasi. Awalan ini artinya ‘meniadakan’ atau ‘menghilangkan’.
  5. eks- seperti pada eks-prajurit, eks-presiden, eks-karyawan, eks-partai terlarang. Awalan ini artinya ‘bekas’ yang sekarang dinyatakan dengan kata ‘mantan’.
  6. ekstra- seperti pada ekstra-universiter, ekstra-terestrial, ekstra linguistic, kadang juga dipakai pada kata-kata bahasa Indonesia sendiri. Contoh: ekstra-ketat, ekstra-hati-hati. Awalan ini artinya ‘tambah’, ‘diluar’, atau ‘sangat’.
  7. hiper- misalnya pada hipertensi, hiperseksual, hipersensitif. Awalan ini artinya ‘lebih’ atau ‘sangat’.
  8. in- misalnya pada kata inkonvensional, inaktif, intransitive. Awalan ini artinya ‘tidak’.
  9. infra- misalnya pada infrastruktur, inframerah, infrasonic. Awalan ini artinya ‘di tengah’.
  10. intra- misalnya pada intrauniversiter, intramolekuler. Awalan ini artinya ‘di dalam’.
  11. inter- misalnya interdental, internasional, interisuler, yang biasa di Indonesiakan dengan antar-.
  12. ko- misalnya pada kokulikuler, koinsidental, kopilot, kopromotor. Awalan ini artinya ‘bersama-sama’ atau ‘beserta’.
  13. kontra- misalnya pada kontrarevolusi, kontradiksi, kontrasepsi. Awalan ini artinya ‘berlawanan’ atau ‘menentang’.
  14. makro- misalnya pada makrokosmos, makroekonomi, makrolinguistik. Awalan ini artinya ‘besar’ atau ‘dalam arti luas’.
  15. mikro- seperti pada mikroorganisme, mikrokosmos, microfilm. Awalan ini artinya ‘kecil’ atau ‘renik’.
  16. multi- seperti padamultipartai, multijutawan, multikompleks, multilateral, multilingual. Awalan ini artinya ‘banyak’.
  17. neo- seperti pada neokolonialisme, neofeodalisme, neorealisme. Awalan ini artinya ‘baru’.
  18. non- seperti pada nongelar, nonminyak, nonmigas, nonberas, nonOpec. Awalan ini artinya ‘bukan’ atau ‘tidak ber-‘.

b.      Akhiran (sufiks/ sufix)

Akhiran (sufiks/ sufix) adalah imbuhan yang terletak di akhir kata. Dalam proses pembentukan kata ini tidak pernah mengalami perubahan bentuk. Proses pembentukannya di sebut safiksasi (suffixation). Akhiran terdiri dari kan, an, i, nya, man, wati, wan, asi, isme, in, wi, dan lainnya dalam contoh.

Contoh: -an + pikir→pikiran, -in + hadir→hadirin, -wan + karya→karyawan, -wati+karya→kryawati, -wi+ manusia→manusiawi. Semua akhiran ini di sebut sebagai akhiran untuk kata benda.

Sedangkan akhiran yang berupa kata sifat, seperti: -if→aktif, sportif. -ik→magnetik, elektronik. -is→praktis, anarkis. -er→komplementer, parlementer. -wi→manusiawi, surgawi, duniwi.

Kadang-kadang akhiran yang berupa kata sifat, ada yang berasal dari bahasa inggris dan ada yang berasal dari bahasa arab. Contoh: -al→formal, nasional. -iah→alamiah, batiniah. -i→abadi, alami, hewani, rohani. -nya→melihatnya, mendengarnya, mengalaminya. -in→muslimin, mu’minin. -at→muslimat, mu’minat. -us→politikus. -or→koruptor. -if→produktif, sportif. Untuk lebih lengkap, simak selanjutnya.

Pada kata-kata asing yang diserap ke dalam bahasa Indonesia kita jumpai akhiran-akhiran seperti berikut:

  1. –al misalnya pada actual, structural, emosional, intelektual. Kata-kata yang berakhiran –al ini tergolong kata sifat.
  2. –asi/isasi misalnya pada afiksasi, konfirmasi, nasionalisasi, kaderisasi, komputerisasi. Akhiran tersebut menyatakan ‘proses menjadikan’ atau ‘penambahan’.
  3. –asme misalnya pada pleonasme, aktualisme, sarkasme, antusiasme. Akhiran ini menyatakan kata benda.
  4. –er seperti pada primer, sekunder, arbitrer, elementer. Akhiran ini menyatakan sifat.
  5. –et seperti pada operet, mayoret, sigaret, novelete. Akhiran ini menyatakan pengertian ‘kecil’. Jadi operet itu ‘opera kecil’, novelet itu ‘novel kecil’.
  6. .–i/wi/iah misalnya pada hakiki, maknawi, asasi, asali, duniawi, gerejani, insani, harfiah, unsuriyah, wujudiyah. Akhiran-akhiran ini menyatakan sifat.
  7. –if misalnya pada aktif, transitif, obyektif, agentif, naratif. Akhiran ini menyatakan sifat.
  8. –ik (1) seperti pada linguistik, statistik, semantic, dedaktik. Akhiran ini menyatakan ‘benda’ dalam arti ‘bidang ilmu’.
  9. -ik (2) seperti pada spesifik, unik, karakteristik, fanatik, otentik. Akhiran ini menyatakan sifat.
  10. –il seperti pada idiil, materiil, moril. Akhiran ini menyatakan sifat. Pada kata-kata lain kata-kata ini diganti dengan –al.
  11. –is (1) pada kata praktis, ekonomis, yuridis, praktis, legendaries, apatis. Akhiran ini menyatakan sifat.
  12. –is (2) pada kata ateis, novelis, sukarnois, marxis, prosaic, esei. Akhiran ini menyatakan orang yang mempunyai faham seperti disebut dalam kata dasar, atau orang yang ahli menulis dalam bentuk seperti yang disebut di dalam kata dasar.
  13. –isme seperti pada nasionalisme, patriotisme, Hinduisme, bapakisme. Isme artinya ‘faham’.
  14. –logi seperti pada filologi, sosiologi, etimologi, kelirumologi, -logiartinya ‘ilmu’.
  15. –ir seperti pada mariner, avonturir, banker. Akhiran ini menyatakan orang yang bekerja pada bidang atau orang yang mempunyai kegemaran ber-.
  16. –or seperti pada editor, operator, deklamator, noderator. Akhiran ini artinya orang yang bertindak sebagai orang yang mempunyai kepandaian seperti yang tersebut pada kata dasar.
  17. –ur seperti pada donator, redaktur, kondektur, debitur, direktur. Akhiran ini seperti yang di atas menyatakan agentif atau pelaku;
  18. –itas seperti pada aktualitas, objektivitas, universitas, produktivitas. Akhiran ini menyatakan benda.

c.       Sisipan (infiks /infix)

Sisipan (infiks/ infix) adalah imbuhan yang terletak di dalam kata. Jenis imbuhan ini tidak produktif, artinya pemakaiannya terbatas hanya pada kata-kata tertentu. Jadi hampir tidak mengalami pertambahan secara umum. Sisipan terletak pada suku pertama kata dasarnya, yang memisahkan konsonan pertama dengan vokal pertama suku tersebut. Prosesnya imbuhan kata tersebut di sebut infixation. Imbuhan yang berupa sisipan seperti: -er-, -el-, -em- dan -in.

Sisipan ( infiks/ infix) dapat mempunyai makna, antara lain:

 i.    Menyatakan banyak dan bermacam-macam. Contohnya: tali→ temali, artinya terdapat bermacam-macam tali. gigi→gerigi, artinya terdapat bermacam gigi. sabut→serabut, artinya terdapat bermacam-macam sabut. kelut→kemelut, gunung→gemunung, artinya terdapat bermacam-macam gunung.

 ii.      Menyatakan intensitas frekuentif, artinya menyatakan banyaknya waktu. Contoh: getar→gemetar, artinya menunjukan banyaknya waktu getar atau gerak suatu benda. guruh→gemuruh, artinya menunjukan banyaknya waktu guruh. gertak→gemertak, artinya menujukan banyaknya waktu bunyi gertak. cicit→cericit, artinya menujukan banyaknya waktu bunyi cicit.

 iii.      Menyatakan sesuatu yang mempunyai sifat seperti yang di sebut pada kata dasarnya. Contoh: kata kerja→kinerja, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan kerja atau sesuatu sifat kegigihan. kuning→kemuning, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan warna kuning. gilang→gemilang, artinya sesuatu yang mempunyai sifat sama dengan cerah. turun→temurun, artinya sesuatu yang mempunyai sifat terus-menerus. tunjuk→telunjuk, artinya sesuatu yang mempunyai sifat seperti tunjuk.

Ada juga sisipan (infiks) yang di pengaruhi oleh bahasa jawa. Contoh: kata kesinambungan, yang merupakan kata dasar dari kata sinambung yang di sebut kata dasar sekunder. Sedangkan kata dasar primernya sambung mendapat sisipan –in- yang artinya menyatakan sifat terus-menerus. Sama halnya dengan istilah yang terdapat dalam bidang ekonomi, dalam proses imbuhan kata dasar juga terdapat istilah yang sama, tetapi mempunyai makna yang berbeda. Istilah itu adalah kata dasar primer, kata dasar sekunder, dan kata dasar tersier.

Kata dasar primer adalah kata dasar yang berupa kata asal atau morfem dasar, yang di pakai sebagai kata dasar pertama dalam pembentukan kata jadian. Contoh: dengar→dengarkan→perdengarkan, artinya kata dengarkan merupakan kata dasar dari kata dengar yang mendapat akhiran– kan . Demikian juga dengan kata perdengarkan, berasal dari kata dasar dengar yang mendapat konfiks per-kan. Kata dasar primer, haruslah pada kata jadian yang sekurang-kurangnya di bentuk melalui dua tahap.

Kata dasar sekunder adalah kata dasar yang berupa kata jadian yang di pakai sebagai dasar kedua dalam pembentukan kata jadian yang lebih kompleks. Contoh: dengarkan→perdengarkan, dipikir→dipikirkan, main→bermain-main, merata→meratakan.

Kata dasar tersier adalah kata dasar yang berupa kata jadian yang di pakai sebagai dasar ketiga dalam pembentukan kata yang lebih kompleks. Contoh: kata guna→gunakan→pergunakan→mempergunakan. ingat→ingatkan→ peringatkan→ diperingatkan. harap→harapkan→diharapkan→diharapkannya.

Sisipan (infiks/ infix) biasanya di bentuk dari kata benda (nomina) menjadi kata sifat (adjektifa). Adjektifa tingkat kuatif dengan prefiks se- dan tingkat superlatif dengan prefiks ter-. Hasil pengafiksan dengan infiks atau sisipan –em- pada nomina, adjektiva yang jumlahnya sangat terbatas.

Benda (nomina) →sifat (adjectifa)

Getar → gemetar, guruh → gemuruh, kilap → kemilap, kilau → kemilau, santan → semantan, gerlap → gemerlap, gilang → gemilang, gilap → gemilap, taram → temaram, serbak → semerbak .

REFERENSI:

Anonim, 2010. Dasar-Dasar Tata Bahasa Indonesia: http://edukasi.kompasiana.com/

Wahyu. Pembentukan Kata: http://t_wahyu.staff.gunadarma.ac.id/

Utarining Hadiyati, 2008. Imbuhan: http://utarininghadiyati.multiply.com/

Anonim, 2009. Imbuhan (Afeks): http://www.humbud.uin-malang.ac.id/

Anonim, 2007. Bahasa dan Budaya Indonesia: http://forum.alambahasa.com/

Anonim, 2009. Kata dan Pembentukan Kata: http://gemasastrin.wordpress.com/

Widi, 2009. Sastra dan Seni Pendidikan: Imbuhan, : http://bilikide.blogspot.com/

About these ads
  1. 28 Mei 2011 pukul 09:26

    NUMPANG INFO YA BOS, bila tidak berkenan dihapus saja :-)

    LOWONGAN KERJA PENAWARAN GAJI SAMPAI 15 JUTA/Bulan

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu (SMU, Kuliah, Sarjana, karyawan, Yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, dikantor/diwarnet yang memiliki koneksi internet
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta RUPIAH
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA per data Rp10rb rupiah, “Bila Anda Sanggup” mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50data=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan = Rp500rb x 30hari = Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://entrydatagroup.blogspot.com/

  2. nurul awliya
    14 Maret 2012 pukul 06:31

    panjang banget

  3. nurul awliya
    14 Maret 2012 pukul 06:32

    uy saya ada tugas gimana nih?? harus ada kata awalan?? kata awalan nya mana?

    • 18 Maret 2012 pukul 10:58

      di atas ada, baca dengan teliti.

    • desi
      27 Agustus 2012 pukul 12:20

      SAYA JUGA ADA SOAL KAYA KM NIH GI MANA KM DAPAT BERAPA

  4. 16 Maret 2012 pukul 08:07

    Pornografi

    • 18 Maret 2012 pukul 10:57

      apaan?

      • 11 Juni 2013 pukul 13:26

        tolong untuk kata yg menjelaskan awalan kata “DE” dalam dekaderisasi aq diberi rujukan ato referensinya lengkap mas bro. trimakasih

  5. ibnu
    6 April 2012 pukul 13:27

    tidak ada daftar pustakanya ya mas???????????

    • 6 April 2012 pukul 13:46

      pake aja alamt blog ini, bisa jadi dapusnya dari internet. saya dapet dari beberapa blog dan buku, jadi saya rangkum begini..

  6. Anisha Nurul
    18 April 2012 pukul 19:42

    bermanfaat sekali ini , kita harus semestinya untuk mempelajari hal semacam ini , agar tidak salah dalam berbahasa yang baik dan benar , :) . BAGUS

    • 21 April 2012 pukul 10:36

      benar seklai, sudari anisha. ;D

  7. dian
    2 Agustus 2012 pukul 20:33

    thanks ya sekarang bisa ngerjain PR * bermanfaat Informasinya ^^

  8. Keshi
    10 Agustus 2012 pukul 18:20

    lengkap banget info’nya
    makasih udah ngasi info, saya bisa buat tugas dengan mudah

  9. desi
    27 Agustus 2012 pukul 12:14

    saya di kasih tugas sama bu guru soal nya awalan sisipan akhiran aku tau isi yan ya apa karna aku lihat di google terima kasih dah ngasih tau

  10. desi
    27 Agustus 2012 pukul 12:17

    aku jaDI INGIN PINTAR BANGET

    • 28 Agustus 2012 pukul 09:26

      harus pintar dan cerdas pokoknya.

  11. Danar BUNTORO
    4 September 2012 pukul 07:16

    Terimakasih untuk penjelasannya yang sangat terperinci sekali. Saya tahu dalam bahasa indonesia tidak mengenal adanya tenses namun terdapat kata-kata berimbuhan yang cukup sulit untuk dijelaskan.
    Mudah bagi kita orang indonesia untuk mengucapkan dan memakai kata-kata berimbuhan tersebut secara otomatis dalam percakapan sehari-hari namun sulit untuk menjelaskan perbedaan makna dari setiap kata berimbuhan tersebut, seperti contoh misalnya, Beri – Memberi, Memberikan, Pemberi, Pemberian, Haduh … ^^/
    Sekaranng saya sudah mengerti imbuhan Mem- berarti kata kerja, Pem- kata benda, berubah dari Pe menjadi Pem karena katanya berawalan huruf -b Terimakasih ;-)

    • 7 September 2012 pukul 15:10

      iya, sama-sama. semoga dapat bermanfaat untuk semua orang yang membutuhkannya. ini isi pembahasan di makalah saya, cukup komplit kan? wkkk

  12. Dessy Puspita
    21 September 2012 pukul 20:02

    thanks atas materinya,, persiapan nih buat kuis..

  13. faza
    31 Oktober 2012 pukul 18:27

    gkgkgk sesuatu itu di pahami bukan di inget

  14. 15 November 2012 pukul 12:52

    good job…

  15. green mountain coffee roasters
    11 Desember 2012 pukul 13:17

    If you wish for to obtain a good deal from this paragraph then you have to apply such methods to your
    won weblog.

  16. 9 Januari 2013 pukul 02:49

    Greetings! Very helpful advice within this article!
    It is the little changes that make the greatest changes.
    Many thanks for sharing!

  17. 10 April 2013 pukul 19:27

    What’s up, for all time i used to check webpage posts here early in the morning, because i enjoy to find out more and more.

  18. 13 April 2013 pukul 14:26

    kalau yang kayak dinamika, estetika, problematika, dll?

  19. 17 April 2013 pukul 10:46

    Hmm is anyone else experiencing problems with the pictures on
    this blog loading? I’m trying to find out if its a problem on my end or if it’s the blog.
    Any feed-back would be greatly appreciated.

  20. 24 April 2013 pukul 13:35

    My brother recommended I might like this web site.
    He was entirely right. This post actually made my day.
    You can not imagine just how much time I had spent for this information!
    Thanks!

  21. 9 Mei 2013 pukul 04:00

    After looking over a number of the blog posts on your web
    page, I truly like your way of blogging. I book-marked it to my bookmark website list and will be checking
    back soon. Please visit my website too and tell me how you feel.

  22. 9 Mei 2013 pukul 12:31

    This post is truly a nice one it assists new the web users, who are wishing for blogging.

  23. 11 Mei 2013 pukul 12:41

    Hey there I am so happy I found your blog, I really
    found you by accident, while I was researching on Digg for something else, Anyways I am here
    now and would just like to say thank you for a marvelous post and a all round exciting blog (I also love the theme/design), I don’t have time to go through it all at the minute but I have bookmarked it and also added in your RSS feeds, so when I have time I will be back to read a lot more, Please do keep up the fantastic work.

  24. 11 Mei 2013 pukul 17:33

    This is a topic which is close to my heart… Cheers! Exactly where
    are your contact details though?

  25. 11 Mei 2013 pukul 21:35

    You are so awesome! I do not suppose I have read something like that before.
    So wonderful to discover someone with a few genuine thoughts on this topic.

    Seriously.. thanks for starting this up. This site is something that is required on the internet, someone with a bit of originality!

  26. 12 Mei 2013 pukul 07:01

    Right now it looks like Drupal is the preferred blogging
    platform available right now. (from what I’ve read) Is that what you’re using on your blog?

  27. Lin
    12 Mei 2013 pukul 19:45

    Farmacia On Line and similar ED drugs were the subject of controversy before the Health Secretary, to impose a temporary ban on its use on the iPad.
    5-inch, 1, 200 a day — 8, 000 boxes 20, 000 tablets daily.

  28. 20 Mei 2013 pukul 03:05

    What a material of un-ambiguity and preserveness of valuable experience concerning unexpected emotions.

  29. 20 Mei 2013 pukul 03:31

    You could certainly see your expertise in the article you write.

    The sector hopes for even more passionate writers like you
    who are not afraid to say how they believe. All the time follow your heart.

  30. 26 Mei 2013 pukul 19:02

    Howdy! I could have sworn I’ve been to this web site before but after going through a few of the articles I realized it’s new to me.
    Anyways, I’m definitely pleased I stumbled upon it and I’ll be book-marking it and checking back frequently!

  31. 15 Juni 2013 pukul 12:13

    I’m truly enjoying the design and layout of your website. It’s a
    very easy on the eyes which makes it much more enjoyable for me to come
    here and visit more often. Did you hire out a developer to
    create your theme? Outstanding work!

  32. 14 September 2013 pukul 15:25

    Many of our favorite writing upply compannies aare going green.
    There are two methods tto building spring houses: build it into
    an existing hillside, or build a free-standing structure.
    While there are many benefits for people eating raw, such
    as increasing energy for our daily activity, improving skin appearance, asdisting digestive process, stability weight loss with no risk of weight re-gaining, reeducing the risk of heart
    and chronic diseases, because the diet contains high in trace minerals, essential vitamins,
    fiber and phytochemicals and less harmful substances, such as trans fat, saturated ffat and salt, but it interferes with the natural process of human being over thousannd years of
    eating cooked foods, such as smaller jaws and teeth , shrinking
    stomachs have shrunk, and longer small intestines and lengthening the digestive surface area.

  33. novie
    23 September 2013 pukul 19:17

    kata dasar diri ditambah awalan se menjadi

  34. 23 November 2013 pukul 00:56

    My coder is trying to convince me to move to .net from PHP.
    I have always disliked the idea because of the
    costs. But he’s tryiong none the less. I’ve been using Movable-type on a variety of websites for about a year and am nervous about
    switching to another platform. I have heard fantastic things about blogengine.net.
    Is there a way I can transfer all my wordpress posts
    into it? Any help would be really appreciated!

  35. 16 Desember 2013 pukul 08:32

    Greetings! Very helpful advice within this article!

    It is the little changes that make the most important changes.
    Thanks for sharing!

  36. 2 Januari 2014 pukul 12:35

    It’s a pity you don’t have a donate button! I’d certainly donate to this fantastic blog!
    I suppose for now i’ll settle foor book-marking and adding your RSS
    feed to my Google account. I look forward to fresh updates and will share this website with my Facebook group.
    Talk soon!

  37. 3 Januari 2014 pukul 12:22

    It’s great that you are getting thoughts from this paragraph as well as from our dialogue made
    at this place.

  38. 3 Januari 2014 pukul 14:00

    Hi there! I just would like to give you a big thumbs up for your excellent information you’ve got right here on this post.

    I’ll be coming back to your blog for more soon.

  39. 23 Januari 2014 pukul 07:12

    I’m really impressed with your writing skills and also with the layout
    on your blog. Is this a paid theme or did you modify it yourself?
    Either way keep up the nice quality writing, it is rare to see a nice
    blog like this one today.

  40. 11 Februari 2014 pukul 01:21

    Iodine in kelp keeps your thyroid function properly.
    You’ll realize that this solution for slimming down is an easy task
    to employ and will offer you a wealth of benefits. No doubt these 7
    vegetables can help you lose weight effectively like a
    vegetarian, you must also include other varieties of plant-based foods to attain both effective weight reduction and excellent health.

  41. 16 Maret 2014 pukul 19:16

    Spot on with this write-up, I actually believe that this website needs a great deal more attention.
    I’ll probably be back again to see more, thanks for the info!

  42. 21 Maret 2014 pukul 18:47

    Hey There. I discovered your blog using msn. This is a
    really well written article. I will be sure to bookmark it and come back to learn extra of your helpful info.
    Thanks for the post. I will certainly comeback.

  43. 7 Mei 2014 pukul 00:22

    Amiens france clip porno têtes liste

  44. 29 Juli 2014 pukul 04:13

    I know this web page gives quality based articles or reviews and other material,
    is there any other website which offers such data in quality?

  1. 13 Desember 2013 pukul 17:08

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.639 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: