Beranda > Ilmu Pengetahuan, Keperawatan > [Wound Care] Pemeriksaan Doppler Pada Klien Dengan Diabetes Melitus

[Wound Care] Pemeriksaan Doppler Pada Klien Dengan Diabetes Melitus


Pemeriksaan Doppler ultrasound adalah penggunaan alat untuk memeriksa aliran darah arteri maupun vena. Pemeriksaan ini ntuk mengidentifikasi tingkat gangguan pada pembuluh darah arteri maupun vena.

Dengan pemeriksaan yang akurat dapat membantu proses perawatan yang tepat. Pemeriksaan ini sering disebut dengan Ankle Brachial Pressure Index. Pada kondisi normal, tekanan sistolik pada kaki sama dengan di tangan atau lebih tinggi sedikit. Pada kondisi terjadi gangguan di area kaki, vena ataupun arteri, akan menghasilkan tekanan sistolik yang berbeda. hasil pemeriksaan yang akurat dapat membantu diagnostic ke arah  gangguan vena atau arteri sehingga manajemen perawatan juga berbeda.

Cara pemeriksaan Doppler (ABPI) adalah sebagai berikut:

  1. Baringkan klien kurang lebih selama 20 menit
  2. Pastikan area kaki tidak ada sumbatan atau hambatan dari pakaian ataupun posisi.
  3. Tutup area luka dengan lapisan melindungi cuff yang menekan
  4. Tempatkan cuff di atas ankle
  5. Doppler probe letakkan di dorsalis pedis dan anterior tibial pulse (dengan konekting gel). Arah probe Doppler 450
  6. Tekan cuff hingga bunyi pulse menghilang
  7. Tekan cuff perlahan untuk menurunkan tekanan sampai terdengar bunyi pulse lagi. Point ini disebut tekanan sistolik ankle
  8. Pindahkan cuff ke lengan di sisi yang sama dengan ekstremitas bawah.
  9. Cari pulse brachial dengan dopler probe (konekting gel)
  10. Tekan cuff hingga bunyi pulse menghilang
  11. Turunkan tekanan perlahan hingga terdengar bunyi pulse lagi, point ini disebut tekanan sistolik brachial
  12. Hitung ABPI dengan membagi hasil sistolik ankle dengan hasil sistolik brachial.

ABPI= Tekanan sistolik ankel ÷ Tekanan sistolik brachial Hasil perhitungan di atas di interpretasi pada tabel di bawah ini.

< 0.5 0.5-0.7 0.7-0.8 > 0.8 > 1.2
Arterial ulcer Arterial dan venus ulcer Arterial dan venous ulcer Venous ulcer Calcified
Gangguan pembuluh arteri Gangguan arteri dan vena Gangguan arteri dan vena Gangguan pembuluh vena Periksa ulang

Hasil pemeriksaan APBI tidak hanya berfungsi mendeteksi pulse pada pasien diabetes tetapi juga sebagai panduan dalam “Bandaging” pada kasus “leg ulcer” atau luka kaki.

sumber:

Anonim, 2012. Pemeriksaan Doppler: http://scribd.com, diakses tanggal 22 September 2012, jam 13.45 WIB

Arjatmo Tjokronegoro. 2002. Penatalaksanaan Diabetes Melitus Terpadu.Cet 2. Jakarta: Balai Penerbit FKUI.

Carpenito, Lynda Juall. 1997. Buku Saku Diagnosa Keperawatan edisi 6 alih bahasa Yasmin Asih. Jakarta: EGC.

Ikram, Ainal. 1996. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam: Diabetes Mellitus Pada Usia Lanjut jilid I Edisi ketiga. Jakarta: FKUI.

Price, Anderson Sylvia. 2005. Patofisiologi. Ed. I. Jakarata: EGC

Smeltzer, Suzanne C, Brenda G Bare. 2002. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Edisi 8 Vol 1 alih bahasa H. Y. Kuncara, Andry Hartono, Monica Ester, Yasmin asih. Jakarta: EGC.

diposting ulang oleh: https://thefuturisticlovers.wordpress.com

 

 

 

  1. rani
    4 Februari 2013 pukul 22:16

    mohon penjelasan, faktor-faktor yang mempengaruhi ankle brachial index?

  2. 30 Agustus 2013 pukul 02:17

    It is not my first time to go to see this site,
    i am visiting this web page dailly and take fastidious facts
    from here every day.

  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: