Beranda > Coretan Hidup > [Komentator] Pemberantasan Muslim di Burma, Apa Yang Harus Kita Lakukan?

[Komentator] Pemberantasan Muslim di Burma, Apa Yang Harus Kita Lakukan?


Miris memang jika kita melihat gambar tersebut, tapi kejadian tersebut adalah NYATA. Saya mendapatkan info tersebut dari fanpage, Maher Zein. The Massacre of Muslims in Burma continues, with over 1000 killed in cold blood yesterday, without any media interest! Please share to awaken the conscience of Humanity!. Seribu orang meninggal, sengaja dibiarkan, dibunuh atau bagaimana?

Saya juga bingung harus bagaimana, apa kita harus pura-pura tidak melihat, pura-pura tidak mendengar? Lantas apa itu tidak bertentangan dengan hadist berikut ini, yang menyatakan bahwa SESAMA MUSLIM adalah SAUDARA.

عن أبى هريرة قال قال رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه والسلام اَلْمُسْلِمُ أَخُوالْمُسْلِمِ لاَيَظْلِمَهُ وَلاَيَخْذُلُهُ وَلاَيَحْقِرَهُ اَلتَّقْوَى هَهُنَاوَيُشِيْرُإِلَى صَدْرِهِ ثَلاَثَ مَرَّاتٍ بِحَسْبِ امْرِئٍ مِنَ الشَّرِّ أَنْ يَحْقِرَأَخَاهُ الْمُسْلِمَ كُلُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ حَرَامٌ دَمُهُ وَمَالُهُ وَعِرْضُهُ

Dari Abu Hurairah Ra berkata:
“Rasulullah SAW bersabda: “Seorang muslim adalah saudara sesama muslim, tidak boleh menganiaya sesamanya, tidak boleh membiarkannya teraniaya dan tidak boleh merendahkannya. Taqwa (kepatuhan kepada Allah) itu letaknya disini….” Dan beliau mengisyaratkan ke dadanya. Perkataan ini diulanginya sampai tiga kali. ”Cukup besar kesalahan seseorang, apabila dia menghinakan (merendahkan) saudaranya sesama muslim. Setiap muslim terhadap sesame muslim, terlarang menumpahkan darahnya (membunuh atau melukai), merampas hartanya dan merusak kehormatannya (nama baiknya).”

Bagaimana jika salah satu dari mereka adalah saudara kita? Ya Allah, apa yang terjadi? Sudah dekatkah hari besar itu? Mari kawan, kita doakan mereka saudara kita yang menjadi korban kekejaman setan berwujud manusia, semoga mereka diterima di sisi Allah SWT, aamiin.

Dan perlu diingat:

janganlah mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.

credit: http://mromi.wordpress.com

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: