Beranda > Keperawatan > [Maternitas I] Prosedur Pemeriksaan Intra Natal

[Maternitas I] Prosedur Pemeriksaan Intra Natal


Bagaimana cara melakukan pemeriksaan fisik pada intra natal? Apakah yang harus dilakukan? Baca saja artikel berikut ini.😀

Pemeriksaan Fisik Intra Natal

  • Kontrak waktu
  • Pengenalan pasien dan jelaskan tujuan yang akan dilakukan
  • Anamnesa
    • Tanyakan Nama, Umur, Gravida. Kehamilan keberapa?
      • Contoh: G = 5       P = 2   A = 2
      • Ket. G (gravida), P (persalinan) dan A (Abortus)
  • HPHT
    • HP = Haid pertama (contoh: 25 Juni 2011). Ket. Tanggal +7, bulan -3 dan tahun +1 atau disesuaikan
  • HT = Taksirannya (contoh: 2 April 2012)
  • Tanda-tanda vital
    • TD             = 130/80 mmHg
    • Suhu          = 37 °C
    • Nadi          = 88 x/menit
    • Respirasi    = 24x/menit
    • Head to Toe
      • Kepala
      • Mata (anemis: merah mudah)
      • Leher JVP, KGB dan tiroid
    • Pemeriksaan Mamae
      • Payudara simetris
      • Tidak ada masa
      • Putting menonjol
      • Di aerola (dibersihkan sekitar putting)
      • Keluar kolostrum  (catatan: kalau keluar, bagus. kalau tidak keluar, menggunakan spuit)
    • Inspeksi Abdomen
      • Apa ada luka operasi atau tidak
      • Tidak ada striae albika/alba (singkayo)
      • Bentuk abdomen
        • Bulat         : belum masuk pintu pembuka
        • Lonjong     : sudah masuk pintu pembuka
    • Leopold I
      • Tujuan :
        • Menentukan tinggi fundus uteri
        • Menentukan bagian janin yg terdapat dalam fundus
      • Di simpisis teraba kepala melenting keras
      • Posisi koper hand (tidak bisa digerakkan)
      • Puka-puki, untuk menghitung DJJ (denyut jantung janin)
    • Leopold II
      • Tujuan : Mengetahui bagian punggung dan ekstremitas janin
    • Cead weig/ Cek adakah kebiruan tanpa ada tanda-tanda kehamilan
      • Inspeksi apakah ada varises/tidak
      • Apa ada perdarahan/tidak. Apabila ada perdarahan, tidak boleh dilakukan pemeriksaan dalam
    • Pemeriksaan Dalam
      • Bersihkan vulva dengan kapas NaCl
      • Pembukaaan 3,4
      • Teraba kepala
      • Serviks masih tebal
      • Ketuban masih utuh. jika 3,9 (pembukaan sudah akan melahirkan)
    • Lepas sarung tangan ke dalam larutan klorink

REFERENSI:

Adenia,I., Piliang,S., Roeshadi,R.H., Tala,,M.R.Z. (1999), Kehamilan dan Persalinan Normal, Bagian Obstetri dan Ginekologi FK USU/RSUD       dr. Pirngadi RSUP dr. Adam Malik, Medan

Anonim, 2012. Intra Natal Care: http://scribd.com, diakses tanggal 30 Maret 2012

Buku Panduan Praktis Pelayanan Kesehatan Maternal dan Neonatal, (2002). Jakarta

Wiknjosastro, G.H., saifuddin, A.B., Rachimhadhi, T. (2005), Ilmu Kebidanan, ed. 7, Yayasan Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo, Jakarta

Thanks for pic: http://purwanti-radiologisinjai.blogspot.com

Diposting lagi: https://thefuturisticlovers.wordpress.com

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: