Beranda > Ilmu Pengetahuan > [Penting] Sebelum Kita Bermaaf-maafan, Alangkah Baiknya Baca Ini!!

[Penting] Sebelum Kita Bermaaf-maafan, Alangkah Baiknya Baca Ini!!


Nih kawan, saya dapat info bagus bukan sekedar info melainkan ilmu pengetahuan dari sodara kita semua. Cekidot!! dan baca dengan teliti yaaa. :D!! Insya Allah dapat berkah!!

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Mari kita perbaiki cara kita menyambut Idhul Fitri dengan membantu menyebarkan ini kepada rekan muslim yang lain)

Idul Fitri

Insya Allah besok atau lusa kita akan menyambut Idhul Fitri.  Seiring dengan akan datangnya Idhul Fitri, sering kita dengar tersebar ucapan:

Mohon Maaf Lahir dan Batin”.

Seolah-olah saat Idul Fitri hanya khusus dengan ucapan semacam itu.

 Ini sungguh salah kaprah, sebab Idul Fitri bukanlah waktu khusus untuk saling maaf memaafkan. Memaafkan bisa kapan saja tidak terpaku dihari Idul Fitri. Selain itu tidak ada satu ayat Quran ataupun suatu Hadist yg menunjukan keharusan mengucapkan “Mohon Maaf Lahir dan Batin” disaat Idul Fitri.

 Satu lagi, ucapan yang sering kita ucapkan adalah:

 “Minal ‘Aidin wal Faizin

Minal ‘Aidin wal faizin, banyak disebut menjelang hari raya idul fitri, baik itu di kartu pos, sms, maupun di jejaring sosial seperti facebook dan twitter.  Ini penulisan yang benar menurut ejaan bahasa indonesia, bukannya aidzin, aidhin, faidzin, atau faidhin yang banyak beredar di sms lebaran. Kalau dalam tulisan bahasa arab:

مِنَ الْعَائِدِين وَالْفَائِزِين

‘Id itu artinya kembali,

Maksudnya sesuatu yang kembali atau berulang, dalam hal ini perayaan yang datang setiap tahun. Sementara Al Fitr, artinya berbuka, maksudnya tidak lagi berpuasa selama sebulan penuh.

Jadi, Idul Fitri berarti “hari raya berbuka” dan ‘aidin menunjukkan para pelakunya, yaitu orang-orang yang kembali. (Ada juga yang menghubungkan al Fitr dengan Fitrah atau kesucian, asal kejadian).

 Faizin berasal dari kata fawz yang berarti kemenangan.

Maka, faizin adalah orang-orang yang menang. Menang di sini berarti memperoleh keberuntungan berupa ridha, ampunan dan nikmat surga. Sementara kata min dalam minal menunjukkan bagian dari sesuatu.

Sebenarnya ada potongan kalimat yang semestinya ditambahkan di depan kalimat ini, yaitu ja’alanallaahu (semoga Allah menjadikan kita).

 Jadi selengkapnya kalimat minal ‘aidin wal faizin bermakna (semoga Allah menjadikan kita) bagian dari orang-orang yang kembali (kepada ketaqwaan/kesucian) dan orang-orang yang menang (dari melawan hawa nafsu dan memperoleh ridha Allah).

Jelaslah, meskipun diikuti dengan kalimat mohon maaf lahir batin, ia tidak mempunyai makna yang sama. Bahkan sebenarnya merupakan tambahan doa untuk kita yang patut untuk diamienkan, bukan malah dihujat bid’ah.

Lantas bagaimana ucapan yang sering di ucapkan oleh nabi dan para sahabat?

 Menurut bebarapa riwayat, ucapan yang sering diucapkan sewaktu hari raya oleh para nabi dan sahabat adalah  kalimat: Taqobalallaahu minnaa wa minkum, yang artinya adalah semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian. (Maksudnya adalah menerima amal ibadah kita semua selama bulan Ramadhan)

“Ucapan pada hari raya, yang sebagian orang mengatakan kepada yang lain jika bertemu setelah shalat Ied : Taqabbalallahu minnaa wa minkum “

Artinya : Semoga Allah menerima dari kami dan dari kalian”

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah [Majmu Al-Fatawa 24/253]

Para sahabat juga biasa menambahkan: shiyamana wa shiyamakum,  yang artinya adalah: semoga juga puasaku dan kalian diterima.

 Lengkapnya ucapan Idul fitri itu sebaiknya mengandung sunnah dari nabi dan doa, hindari ucapan seperti “met lebaran brader”, “minal aidin coy..” dan sebagainya yang tidak mencerminkan sikap seorang muslim yang mencintai sunnah nabi, bahkan kalimat seperti diatas itu lebih mirip ucapan kaum non muslim (mengadopsi ucapan gaul kaum non muslim)

Jadi ucapan idul fitri itu sebaiknya:

 تَقَبَّلَ اللّهُ مِنَّ وَ مِنْكُمْ صِيَمَنَا وَ صِيَمَكُمْ 

Taqobalallaahu minnaa wa minkum, shiyamana wa shiyamakum.

Artinya, “Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, Puasa kami dan kamu.”

 Atau boleh teman-teman tambahkan dengan:

Taqobalallaahu minnaa wa minkum, shiyamana wa shiyamakum. Mohon maaf lahir dan batin,  ja’alanallaahu minal ‘aidin wal faidzin ..

Artinya, “Semoga Allah menerima amal-amal kami dan kamu, Puasa kami dan kamu. Mohon maaf lahir dan batin, dan semoga Allah menjadikan kami dan kamu termasuk dari orang-orang yang kembali (dari perjuangan Ramadhan) sebagai orang yang menang.”

Semoga risalah ini bermanfaat dan bisa meluruskan kekeliruan yang selama ini terjadi. Jika ada yang perlu diluruskan,silakan. karena saya cuma makhluk yang lemah dan tempatnya salah.Sedangkan kebenaran itu hanyalah milik Allah SWT.

Special thanks to: Abdullah dan Sona Tungga Siswanto

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: