Beranda > Keperawatan > [Keperawatan Jiwa] Contoh Proposal TAK pada Klien Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi

[Keperawatan Jiwa] Contoh Proposal TAK pada Klien Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi


Terapi aktivitas kelompok adalah salah satu upaya untuk memfasilitasi psikoterapis terhadap sejumlah klien pada waktu yang sama untuk memantau dan meningkatkan hubungan antar anggota. Bagaimana cara membuatnya, berikut tipsnya!! :D

Langkah Pertama: menyusun Latar Belakang

Contohnya seperti ini:

Kelompok adalah suatu sistem sosial yang khas yang dapat didefinisikan dan dipelajari. Sebuah kelompok terdiri dari individu yang saling berinteraksi, inteleransi, interdependensi dan saling membagikan norma sosial yang sama (Stuart & Sundeen, 1998).  Kelompok adalah kumpulan individu yang memiliki hubungan satu dengan yang lain, saling bergantung dan mempunyai norma yang sama (Keliat, 2005)

Terapi aktivitas kelompok adalah salah satu upaya untuk memfasilitasi psikoterapis terhadap sejumlah klien pada waktu yang sama untuk memantau dan meningkatkan hubungan antar anggota (Depkes RI, 1997). Terapi aktivitas kelompok adalah aktivitas membantu anggotanya untuk identitas hubungan yang kurang efektif dan mengubah tingkah laku yang maladaptive (Stuart & Sundeen, 1998).

Halusinasi adalah gangguan pencerapan (persepsi) panca indera tanpa adanya rangsangan dari luar yang dapat meliputi semua sistem penginderaan dimana terjadi pada saat kesadaran individu itu penuh/baik (Stuart & Sundenn, 1998).

Halusinasi adalah persepsi tanpa adanya rangsangan apapun pada panca indera seorang pasien yang terjadi dalam keadaan sadar/terbangun. (Maramis, hal 119)

Langkah Kedua: Membuat Tujuan Kegiatan

a.      Tujuan Umum

Contoh: setelah 40 menit klien mengikuti terapi aktivitas kelompok, diharapkan klien mampu mengenal halusinasinya dan mengontrol halusinasinya

b.      Tujuan Khusus

Contoh:

  • Klien mampu mengenal halusinasinya
  • Klien mengenal waktu terjadinya halusinasi
  • Klien mengenal situasi terjadinya halusinasi
  • Klien mengenal perasaannya pada saat terjadi halusinasi
  • Klien dapat menjelaskan cara yang selama ini dilakukan untuk mengatasi halusinasi
  • Klien dapat memahami dan memperagakan cara menghardik halusinasi, cara mengobrol dan dengan melaksanakan kegiatan yang sering dilakukan

c.       Tujuan Hari ini

Contohnya: Klien mampu mengenal halusinasinya dan mengontrol halusinasinya dengan cara menghardik

 Langkah Ketiga: Kriteria Klien

Memilih klien yang akan ikut serta dalam TAK. Klien sebagai anggota yang mengikuti therapy aktifitas kelompok ini adalah:

  1. Klien dengan riwayat schizoprenia dengan disertai gangguan persepsi sensori; halusinasi.
  2. Klien yang mengikuti TAK ini tidak mengalami perilaku agresif atau mengamuk, dalam keadaan tenang.
  3. Klien dapat diajak kerjasama (cooperative).

Langkah Keempat: Menyiapkan Media

Contoh: Saya memakai media sebagai berikut:

  1. Kertas flipchart (lembar balik) sebagai penjelasan materi terlebih dahulu
  2. Kursi/ tempat duduk. TAK yang dilakukan di outdoor
  3. Tape/HP untuk musik
  4. Jadwal kegiatan harian (jika ada yang dibuat saat TAK sebelumnya)

Langkah Kelima: Metode apa yang akan dipakai?

  1. Diskusi dan tanya jawab
  2. Bermain peran/simulasi

 Langkah Keenam: Membuat Uraian Struktur Kelompok

Contoh:

  1. Tempat                        : Ruang Kutilang RSJ Cimahi, Bandung
  2. Hari/Tanggal            : Kamis, 10 Mei 2012
  3. Waktu                           : 10.00 WIB – 10.40 WIB
  4. Durasi                          : 40 menit
  5. Strategi
  • Menjelaskan cara, tata tertib dan pelaksanaan terapi aktivitas kelompok
  • Klien dapat mengenal dan mengontrol halusinasi
  • Pengambilan kesimpulan
  • Evaluasi

Langkah Ketujuh: Menyusun Pengorganisasian

Contoh:

a.      Nama klien

  • Tn. M
  • Tn. L
  • Tn. D
  • Tn. A
  • Tn. O

Nama cadangan:

  • Tn. J

 b.      Struktur dan Tugas

Leader : DASA TISNA ASYARI

Tugas:

  • Memimpin jalannya TAK
  • Merencanakan, mengontrol dan mengatur jalannya TAK
  • Menciptakan situasi dan suasana yang memungkinkan klien termotivasi untuk mengekspresikan perasaannya
  • Mengarahkan proses TAK ke arah pencapaian tujuan dengan cara memotivasi kepada anggota kelompok untuk terlibat dalam kegiatan
  • Menetapkan tata tertib dan kontrak waktu

Co leader: DIAN PERTIWI

Tugas:

  • Membuka dan menutup acara diskusi
  • Mendampingi leader dan membantu tugas leader
  • Mengambil alih tugas leader bila leader pasif (blocking)
  • Menyampaikan informasi dari fasilitator leader atau sebaliknya
  • Mengingatkan leader jika kegiatannya menyimpang
  • Menyerahkan kembali posisi kepada leade

Fasilitator: ANNISA SURYA, ARIS MUNAWAR, DENI JANUANDRI, DODI S

Tugas :

  • Memfasilitasi  klien dalam kegiatan TAK
  • Mempertahankan keikutsertaan klien dalam kegiatan
  • Mengarahkan dan memotivasi klien untuk berdiskusi
  • Mencegah gangguan atau hambatan terhadap jalannya kegiatan
  • Memberi stimulus kepada anggota yang kurang aktif
  • Ikut serta dalam kegiatan kelompok dan berperan sebagai role model bagi klien sebagai proses aktivitasi kelompok

Observer: AKIM ZENAL HAKIM, DAMAYANTI UTAMI

Tugas:

  • Mencatat serta mengamati proses jalannya TAK dari awal sampai akhir (dicatat pada format yang tersedia)
  • Memberikan penilaian pada klien selama terapi berlangsung
  • Memberikan umpan balik terhadap proses kegiatan mulai dari persiapan sampai acara selesai
  • Menyampaikan hasil observasi pada kelompok
  • Mengawasi jalannya aktivitas kelompok dari mulai persiapan, proses, hingga penutupan

Langkah Kedelapan: Menjelaskan Uraian Tugas Pelaksana

Sesuai dengan fase komunikasi terapeutik:

a.      Fase Pra-Interaksi: 5 menit

  • Memilih klien sesuai indikasi, yaitu klien dengan perubahan sensori persepsi: halusinasi
  • Membuat kontrak dengan klien
  • Mempersiapkan alat dan tempat pertemuan

b.      Fase Orientasi: 10 menit

  • Salam tarapeutik

° Salam dari terapis kepada klien

° Perkenalkan nama dan panggilan terapis (pakai papan nama)

°Menanyakan nama dan panggilan semua klien ( beri papan nama )

  • Evaluasi/validasi

° Menanyakan perasaan klien saat ini

° Terapis menanyakan pengetahuan dan pengalaman mengenai halusinasi

  • Kontrak

° Terapis menjelaskan tujuan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu mengenal halusinasi dan cara mengontrol halusinasinya

° Menjelaskan aturan main berikut: Jika ada klien yang ingin meninggalkan kelompok, harus minta izin kepada terapis. Lama kegiatan 40 menit. Setiap klien mengikuti kegiatan dari awal sampai selesai

c.       Fase Kerja: 25 menit

  • Terapis menjelaskan kegiatan yang akan dilaksanakan, yaitu mengenal halusinasi tentang isinya, waktu terjadinya, situasi terjadinya, perasaan klien pada saat terjadi dan cara mengontrol halusinasi yang klien mampu.
  • Klien menyusun angka dan huruf yang terbuat dari karton sesuai dengan kata yang diinginkan. Bagi klien yang tidak selesai pada waktunya maka akan menerima hukuman. Kemudian terapis meminta klien menceritakan isi halusinasinya, kapan terjadinya, situasi yang membuat terjadi perasaan klien saat halusinasi, dan cara klien mengontrol halusinasinya.
  • Beri pujian setiap klien selesai cerita
  • Terapis menjelaskan kembali cara mengatasi halusinasi yang benar ketika saat halusinasi muncul
  • Terapis meminta masing-masing klien memperagakan cara mengatasi  halusinasi ketika mendapat giliran
  • Terapis memberikan pujian dan mengajak semua klien bertepuk tangan setiap klien memperagakan cara mengatasi halusinasi

d.      Fase terminasi: 5 menit

  • Evaluasi

° Terapis menanyakan perasan klien setelah mengikuti TAK

° Terapis memberikan pujian atas keberhasilan kelompok

  • Tindak lanjut

° Terapis meminta klien untuk melaporkan isi, waktu, situasi, dan perasaannya jika terjadi halusinasi

° Terapis mengajarkan klien untuk menerapkan cara yang telah dipelajari jika halusinasi muncul

°  Memasukkan kegiatan ke dalam jadwal kegiatan harian klien

  • Kontrak yang akan datang

° Terapis membuat kesepakatan dengan klien untuk TAK berikutnya yaitu cara mengontrol halusinasi dengan patuh minum obat

° Terapis membuat kesepakatan waktu dan tempat TAK berikutnya

Langkah Kesembilan: Menetukan Target Perilaku yang Diharapkan

a.      Persiapan

  • Terapis atau perawat

° Identifikasi masalah klien  sebelum terapi dimulai

° Mempersiapkan sarana dan prasarana

° Menentukan waktu kegiatan

  • Peserta

° Klien siap mengikuti TAK

°  Mematuhi tata tertib yang telah ditentukan

b.      Proses

Terapis atau kelompok

  • Melaksanakan TAK sesuai perencanaan
  • Terapis mengantisipasi hal yang tidak dikehendaki selama TAK berlangsung
  • Memotivasi klien untuk berpartisipasi secara aktif dalam kegiatan TAK

c.       Hasil

  • Terapis dapat melaksanakan tugasnya dengan baik dan sesuai tujuan
  • Klien dapat menceritakan kembali isi halusinasinya, kapan terjadinya, situasi yang membuat terjadi, dan perasaan klien saat halusinasi
  • Klien dapat menangkap materi sesuai tujuannya
  • Klien dapat mengikuti kegiatan sesuai dengan tujuan terapis aktivitas kelompok

Langkah Kesepuluh: Jangan Lupa Membuat Tata Tertib Pelaksanaan TAK

  1. Peserta bersedia mengikuti kegiatan TAK sampai selesai
  2. Berpakaian rapi dan bersih
  3. Peserta tidak diperkenankan meninggalkan ruangan setelah tata tertib dibacakan
  4. TAK berlangsung selama 40 menit dari pukul 10.00 sampai 10.40 WIB
  5. Sebelum acara dimulai yang ingin kebelakang untuk BAB dan BAK dipersilahkan kekamar mandi dahulu
  6. Anggota kelompok wajib hadir 5 menit sebelum acara dimulai
  7. Peserta dan anggota kelompok tidak diperkenankan untuk makan dan minum, merokok selama acara berlangsung

Langkah Kesebelas: Tindakan Antisipasi Jika terjadi hal yang tidak diinginkan!

  1. Bila ada peserta yang direncanakan tidak bisa hadir maka akan diganti oleh cadangan yang telah dipersiapkan dengan cara ditawarkan terlebih dahulu pada peserta
  1. Bila ada peserta yang tidak mentaati tata tertib diperingatkan dan jika tidak bisa diperingatkan maka harus keluar dari kegiatan setelah dilakukan penawaran
  2. Bila ada anggota yang ingin keluar dibiarkan dan diminta persetujuan dan anggota kelompok yang lain.
  3. Bila ada kelompok yang melakukan kegiatan tidak sesuai dengan tujuan leader memperingatkan dan mengarahkan kembali bila tidak bisa di arahkan terpaksa harus dikelurkan dari kelompok terapi
  4. Bila peserta pasif, leader memotivasi klien dengan dibantu oleh fasilitator

Langkah Terakhir: Menggambar Setting Tempat

Nah kalau yang ini susun sekreatif mungkin, apa TAK mau sambil duduk di tikar, duduk di kursi, membentuk lingkaran atau bagaimana? Terserah kawan saja ya. :D

 Baca juga untuk menambah REFERENSI:

Keliat BA, Akemat, 2004. Keperawatan Jiwa: terapi Aktivitas Kelompok. Jakarta: EGC

Maramis, W.F, 1990. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. Erlangga Universitas Press

Stuart G.W, 2006. Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 5. Jakarta: EGC

Stuart G.W, Sundeen S.J, 1998. Buku Saku Keperawatan Jiwa Edisi 3. Jakarta: EGC

Yosep, Iyus, 2010. Keperawatan Jiwa (Edisi Revisi). Bandung : PT. Refika Aditama.

Thanks for pic: http://khairul-anas.blogspot.com

Diposting lagi: http://thefuturisticlovers.wordpress.com

About these ads
  1. 5 Agustus 2013 pukul 15:58

    Reblogged this on Coretan Lae.

  1. No trackbacks yet.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 1.641 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: